Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Saturday, May 28, 2011

KHOTBAH NABI S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN

KHOTBAH NABI S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN
 
"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh
keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan
Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan
dibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik
dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam
itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan."
 
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka "Selamat datanglah" kepadanya."
 
   Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu kewajiban, dan qiam dimalam harinya suatu tatawwu'.
 
   Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan sesuatu fardhu didalam bulan yang lainnya. Barangsiapa menunaikan sesuatu fardhu dalam bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu dibulan lainnya. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin didalamnya.

   Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, yang demikian itu adalah pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa. Allah memberikan pahala itu kepada orang yang memberikan walaupun sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya Rahmah, pertengahannya ampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari neraka. Barangsiapa yang meringankan beban seseorang (yang membantunya) niscaya Allah mengampuni dosanya. Oleh itu banyakkanlah yang empat perkara dibulan Ramadhan.

   Dua perkara untuk mendatangkan keredhaan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya tiada tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepada-Nya.Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka. 

   Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk kedalam surga."

diambil dari http://www.shiar-islam.com/doc10.htm 

(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Hikmah Puasa Rajab

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,  "Ketahuilah bahwa

 bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:

  *  Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan  ikhlas,

 maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH  SWT;

  * Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi'raj  ( 29 Juni 2011 ) akan mendapat pahala seperti 5 tahun  berpuasa;

  * Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan

di sisi ALLAH SWT;

  * Barang siapa yang  berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 

Rajab ( 3 , 4, 5 Juli 2011 ) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti  900

tahun berpuasa  dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat;

 *  Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya

akan dikabulkan;

  * Barang siapa berpuasa  tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh

pintu neraka  Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan

dibukakan  delapan pintu syurga;

  * Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam  bulan ini, maka ALLAH akan

mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu  dan menggantikan kesemua kejahatannya

dengan kebaikan, dan barang  siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH

akan menambahkan  pahalanya."



 Sabda Rasulullah SAW lagi :

 "Pada malam Mi'raj,  saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari

madu, lebih  sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya 

bertanya pada Jibril a.s.: "Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?"

 Maka berkata Jibrilb a.s.: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk  orang yang

membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab  ini".



 Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :

 "Ketika kami  berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu

Rasulullah  berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau 

berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:"Ya  Rasulullah

mengapakah engkau menangis?" Lalu beliau bersabda  :"Wahai Tsauban, mereka itu

sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya  berdoa

 kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa   atas  mereka".



  Sabda beliau lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya  mereka ini mau

berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di  bulan Rajab niscaya mereka

tidak akan disiksa di dalam  kubur."



 Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa  satu hari dan

beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat  mengelakkan dari siksa

kubur?" Sabda beliau: "Wahai Tsauban, demi  ALLAH Zat yang telah mengutus saya

sebagai nabi, tiada seorang muslim  lelaki dan perempuan yang berpuasa satu

hari dan mengerjakan sholat  malam sekali dalam bulan

 Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali  ALLAH mencatatkan baginya seperti

berpuasa satu tahun dan mengerjakan  sholat malam satu tahun."



 Sabda beliau lagi: "Sesungguhnya Rajab  adalah bulan ALLAH, Sya'ban Adalah

bulan aku dan bulan Ramadhan  adalah bulan umatku". "Semua manusia akan berada

dalam keadaan lapar  pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan

orang-orang  yang berpuasa pada bulan Rajab,

 Sya'ban dan bulan  Ramadhan.



 Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan  merasa lapar dan haus

bagi mereka."



**** * INI KOPAS TMN2,BWD REFERENSI MENJELANG RAJAB* ***
Copas dari Yulisah Afrianti..

cara shalfus sholeh menghadapi musibah

Seperti juga kegagalan, ada bentuk lain dari rintangan yang menghadang seorang pahlawan. Musibah. Yang dimaksud musibah disini adalah semua bencana yang menimpa sesorang yang mempengaruhi seluruh kepribadiannya dan juga jalan hidupnya. Misalnya, kematian orang terdekat seperti yang dialami Rasulullah saw saat meninggalnya Khadijah ra dan Abu Thalib. Yang sangat berat dari musibah-musibah itu adalah menimpa fisik dan mempengaruhi ruang gerak seorang pahlawan. Misalnya, kebutaan, ketulian, atau kelumpuhan. Kenyataan seperti ini tentu saja membatasi ruang gerak dan menciptakan keterbatasan-keterbatasan lainnya.

Namun, masalahnya sesungguhnya bukan disitu. Inti persoalannya ada pada goncangan jiwa yang mungkin ditimbulkan oleh musibah tersebut. Goncangan jiwa itulah yang biasanya mengubah arah kehidupan seseorang. Sebab, musibah itu mungkin menghilangkan kepercayaan dirinya, membabat image dirinya ditengah lingkungannya, membabat habis harapah-harapan dan ambisi-ambisinya serta menyemaikan keputusasaan dalam dirinya. Jalan yang dihadapannya seperti menjadi buntu dan langit kehidupan menjadi gelap, maka mimpi kepahlawanannya seperti gugur satu demi satu.

Akan tetapi, para pahlawan selalu menemukan celah dibalik kebuntuan, dan memiliki secercah cahaya harapan dibalik gelapnya kehidupan. Yang pertama mereka lakukan saat musibah itu datang adalah mempertahankan ketenangan. Sebab, inilah akar keseimbangan jiwa yang membantu seseorang melihat panorama hidup secara proposional. Keseimbangan jiwa inilah yang membuat seseorang tegar didepan goncangan-goncangan hidup.

Yang kedua adalah mempertahankan harapan. Sebab, harapan, kata Rasulullah saw, adalah rahmat Allah bagi umatku. Jika bukan karena harapan, takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya. Harapan adalah buah dari kepercayaan kepada rahmat Allah SWT dan juga kepada kemampuan Allah SWT melakukan semua yang ia kehendaki.

Yang ketiga adalah mempertahankan keberanian. Dan keberanian adalah buah dari kepercaan diri yang kuat dan juga anak yang lahir dari tekad baja. Keberanian dibutuhkan untuk menembus keterbatasan-keterbatasan pada ruang gerak dan hambatan yang tercipta akibat perubahan pada image.

Yang keempat adalah mempertahankan semangat kerja di tengah keterbatasan-keterbatasan itu. Dalam banyak kasus, keterbatasan-keterbatasan justru membantu memberikan fokus pada arah dan target serta konsentrasi yang kuat. Yang kita lakukan disini adalah memenuhi ruang yang tersedia dengan amal dan karya.

Begitulah para pahlwan mensiasati musibah. Maka, kebutaan tidak dapat menghambat Syeikh Abdul Aziz bin Baz merebut takdirnya sebagai ulama besar abad ini. Ketulian juga gagal mencegat perjalanan Mustafa Shadiq Al-Rafi'i menuju puncak, sebagai salah satu sastrawan muslim terbesar abad ini. Dan kelumpuhan menyerah didepan tekad baja Syeikh Ahmad Yasin yang menjadi mujahid besar abad ini, bukan saja dalam melawan kebiadaban israel, tetapi bahkan menentang dunia.

tulisan diambil dari tulisan ust anis matta serial kepahlawanan

ketika cinta tak terpaku wajah

....Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya . Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. al-Baqarah [2] : 221)

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu
pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia
percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya
dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia
menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada
tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan
mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya,

"Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah
ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya
membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan
menjadi seorang istri."

Tapi lelaki itu malah menjawab,

"Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan
menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh
sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai
anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar
biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan
rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng,

"Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha
melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan
semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai
aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah
jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah
kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.

(tulisan ini saya ambil dari tulisan serial cinta Ust Anis Matta berjudul "Kata Terurai Jadi Laku" tulisan ini Saya tampilkan terilhami surat (QS. al-Baqarah [2] : 221)



Tulisan ini diambil dari Group di Facebook yaitu

Mengungkap Kebenaran Mukjizat Al-Qur'an dan Hadis

3 Problem 1 solusi

suatu ketika datang seseorang kepada seorang ulama,"ya syech aku punya masalah,sawahku telah lama kering berilah aku solusinya",ulama ini menjawab perbanyaklah istigfar,setelah ini orang itu pun pulang,tak lama kemudian datang orang lain bertemu ulama yang sama dia menceritakan masalahnya yang telah lama belum dikaruniai anak'.ulama ini memberi solusi yang sama perbanyaklah istigfar,ke esokan harinya datang orang ketiga yang menceritakan masalah tentang rizki dan hartanya yang semakin sedikit,ulama inipun membri solusi yang sama perbayaklah istigfar,pada suatu kesempatan ketiga orang ini bertemu menceritakan tentang jawaban yang di berikan ulama yang mereka tanyai,dan mereka terkejut ternyata mereka mendapat jawaban yang sama,padahal permasalahan yang mereka punyai berbeda,dan mereka bersepakat menanyakan masalah ini kepada ulama tersebut,sesampainya mereka ke ulama yang dimaksud mereka pun bertanya,ya syech seperti engkau ketahui kami pernah datang kepadamu,menanyakan suatu permasalahan, Kami terkejut ternyata jawaban dari permasalahn kami yang berbeda itu sama, Mengapa bisa seperti itu ya syech! Ulama itu pun menjawab, Karena hal itulah yang Allah ajarkan dalam Al Qur'an Surat Nuh ayat 10-12"‘Mohonlah ampun kpd Tuhanmu’, sesunguh Dia ialah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kpdmu dgn lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”. [Nuh : 10-12]

Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta

Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insyaallah bermanfaat bagi pembaca. Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus –Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Saking ikhlasnya Imam Nawawi, konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak bisa dibakar oleh api.

Nasihat ini sendiri berasal dari hadits Rasulullah SAW yang panjang sebagai berikut : Dari Abu Hurairah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda, “ Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan :” Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu ?”, pemilik kebun menjawab: “Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun bertanya: “Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku ?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan : Siramlah kebun Fulan – namamu-. Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini ?”. Pemilik kebun menjawab :”Bila kemu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)”. (HR. Muslim).

Bayangkan, bila Allah mengirimkan awan khusus untuk menyirami kebun kita. Di kala orang lain kekeringan, lahan kita tetap subur. Di kala usaha lain pada bangkrut usaha kita tetap maju, dikala krisis moneter menghantam negeri ini – kita tetap survive. Dan ketika usaha kita berjalan baik sementara saudara-sauadara kita kesulitan. sepertiga hasil usaha kita untuk mereka – alangkah indahnya sedeqah ini.

Bagaimana kita bisa memperoleh pertolongan Allah dengan awan khusus tersebut ?, kuncinya ya yang di hadits itu : kita bersama keluarga kita hanya mengkonsumsi sepertiga dari hasil kerja kita. Sepertiganya lagi kita investasikan kembali, dan yang sepertiga kita sedeqahkan ke sekeliling kita yang membutuhkannya.

Karena janji Allah dan rasulNya pasti benar, maka kalau tiga hal tersebut kita lakukan – Insyaallah pastilah awan khusus tersebut mendatangi kita. Namun jangan dibayangkan bahwa awan khusus tersebut harus benar-benar berupa awan yang mendatangi kita. Bisa saja awan khusus tersebut berupa teman –teman kita yang jujur yang memudahkan kita dalam berusaha, atasan kita yang adil yang memperjuangkan hak-hak kita, atau karyawan kita yang hati-hati yang menjaga asset usaha kita, dan berbagai bentuk ‘awan khusus’ lainnya. Wallahu A’lam bis showab.